umy

posted under by My blog

Sejarah Muhammadiyah

Sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan, Muhammaddiyah merupakan suatu fenomena modern saat didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tahun 1912. Ciri kemodernan tampak paling sedikit dalam tiga hal pokok :

  • Bentuk gerakannya yang terorganisasi
  • Aktifitas pendidikan yang mengacu pada model sekolah modern untuk ukuran jamannya
  • Pendekatan Teknologis yang digunakan dalam mengembangkan aktifitas organisasi terutama amal usahanya

Ciri yang ketiga ini sesungguhnya memberi warna tersendiri bagi berbagai aktifitas Muhammadiyah pada periode awal. Baik yang berkaitan dengan pemikiran keagamaan yang dikembangkan maupun yang berhubungan dengan berbagai model aktifitas yang diselenggarakan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa pendekatan teknologis yang digunakan bertumpu pada kecermatan membaca realita sosial serta ketepatan memperhitungkan tantangan saat itu dan di masa depan. Pengembangan aktifitasorganisasi kemudian dirumuskan sebagai jawaban strategis terhadap kondisi saat itu dengan memperhitungkan tantangan masa depan. Bahkan Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan adalah jawaban strategi itu sendiri.

Kendatipun Muhammadiyah lahir sebagai perwujudan dari suatu pergumulan pemikiran yang mendalam, akan tetapi jawaban strategis yang diberikan bukanlah dalam bentuk gerakan pemikiran semata-mata, akan tetapi merupakan amal nyata di tengah-tengah masyarakat. Dataran geraknya adalah praktis, tetapi basisnya adalah pemikiran.

Dengan pendekatan teknologis itulah Muhammadiyah sejak awal kehadiran- nyasebagai gerakan Islam dakwah dan tadjid, membrikan perhatian yang paling utama kepada pengambangan SDM. Hal ini dapat dilihat dari kiprahnya di bidang pendidikan, kesehatan dan tabligh.

Oleh karena itu sangat mudah dipahami bahwa 84 tahun setelah didirikannya Muhammadiyah mengalami pertumbuhan yang spektakuler diberbagai amal usahanya, khususnya dibidang pendidikan. Di dalam pendidikan tinggi misalnya, Muhammadiyah saat ini mempunyai :

  • 37 universitas
  • 5 institut
  • 66 sekolah tinggi
  • 61 akademi
  • 3 politeknik

Sejarah Berdirinya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Perhatian utama kepada pengembangan SDM inilah yang juga mendorong para aktifis Muhammadiyah meng-ikhtiar-kan beridirinya universitas di “Ibu kota” Muhammadiyah, Yogyakarta. Niat untuk mendirikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah ada sejak lama. Prof. Dr. Kahar Muzakkir dalam berbagai kesempatan melemparkan gagasan perlu didirikannya Universitas Muhammadiyah. Ketika Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pengajaran meresmikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1960, secara eksplisit piagam pendiriannya mencantumkan FKIP sebagai bagian dari Universitas Muhammadiyah. Barulah pada Maret 1981, melalui perjuangan yang keras beberapa aktifis Muhammadiyah seperti Drs. H. Mustafa Kamal Pasha, Drs. M. Alfian Darmawam, Hoemam Zainal, S.H., Brigjen. TNI. (Purn.) Drs. H. Bakri Syahid, K.H.Ahmad Azhar Basir, M.A., Ir.H.M.Dasron Hamid, M.Sc., H.M. Daim Saleh, Drs.M.Amien Rais, H.M.H Mawardi, Drs.H.Hasan Basri, Drs.H.Abdul Rosyad Sholeh, Zuber Kohari, Ir.H.Basit Wahid, serta didukung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, K.H. A.R. Fakhrudin dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY H. Mukhlas Abror, secara resmi didirikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang kemudian berkembang hingga saat ini.

Pada awal berdirinya, rektor UMY dipercayakan kepada Brigjen. TNI (Purn) Drs. H. Bakri Syahid, yang saat itu sudah selesai masa tugasnya sebagai Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rektor periode berikutnya dipercayakan kepada Ir.H.M. Dasron Hamid, M.Sc. Akan tetapi karena proses permintaan ijin menteri belum selesai, maka ditunjuk seorang sesepuh Muhammadiyah, H.M.H Mawardi, menjadi rektor. Setelah turun ijin menteri, ditetapkan kembali Ir.H.M. Dasron Hamid, M.Sc. manjadi rektor UMY.

Perkembangan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Setelah melewati masa-masa yang sulit dan melelahkan, UMY kini telah memiliki 7 fakultas, yaitu :

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Ekonomi
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Kedokteran

Peningkatan kualitas SDM pengelola mendapat prioritas utama dalam pengembangan UMY. Oleh karena itu, setiap tahun UMY mengirimkan sekitar 20 hingga 30 tenaga pengajar untuk mengikuti studi lanjut, S2 dan S3, baik di dalam maupun di luar negeri

Visi

Menjadi Universitas yang Unggul dalam pengembangan ilmu dan teknologi dengan berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kemaslahatan umat.

Misi

  • Meningkatkan harkat manusia dalam upaya meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban.
  • Berperan sebagai pusat pengembangan Muhammadiyah untuk mensejahterakan dan mencerdaskan umat.
  • Mendukung pengembangan Yogyakarta sebagai wilayah yang menghargai keragaman buadaya.
  • Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat secara profesional.
  • Mengembangkan peserta didik agar menjadi lulusan yang berakhlak mulia, berwawasan dan berkemampuan tinggi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Visi

    Menjadi Universitas yang Unggul dalam pengembangan ilmu dan teknologi dengan berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kemaslahatan umat.

    Misi

  • Meningkatkan harkat manusia dalam upaya meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban.
  • Berperan sebagai pusat pengembangan Muhammadiyah untuk mensejahterakan dan mencerdaskan umat.
  • Mendukung pengembangan Yogyakarta sebagai wilayah yang menghargai keragaman buadaya.
  • Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat secara profesional.
  • Mengembangkan peserta didik agar menjadi lulusan yang berakhlak mulia, berwawasan dan berkemampuan tinggi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Motto

Motto Universitas Muhammadiyah Yogyakarta :
“A Leading and Enlightening University”

A leading and enlightening university digagas sebagai bentuk kesadaran UMY untuk tampil sebagai universitas unggulan dalam pengembangan ilmu dan teknologi yang berlandaskan pada nila-nilai Islam untuk kemaslahatan umat manusia. dengan motto inilah keluarga besar UMY terus bekerja keras dan berkarya dalam rangka memberi makna dan memberi kontribusi bagi masyarakat. UMY berorientasi pada menjadi universitas yang unggul (leading) baik dalam pemengmbangan keilmuan, penyelenggaraan proses pendidikan, pengembangan Muhammadiyah sebagai gerakan sosial-keagamaan serta pengembangan masyarakat secara luas.

UMY juga diniatkan sebagai universitas yang memberi pencerahan (enlightening) dalam rangka meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan serta pembaharuan dan pembumian ajaran Islam.

Mahasiswa UMY jadi Best of the Best Speaker PIMNAS XXII 2009

Rabu, 30 September 2009 | Lain-lain

Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rangga Dian Fadillah, terpilih kembali menjadi Best of the Best Speaker dalam Varsity English Debate Competition 2009 yang digelar dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXII di Universitas Brawijaya, Malang bebepara waktu lalu.

Dalam kompetisi tersebut, Rangga mengalahkan sebanyak 132 speakers yang tebagi dari 44 tim debat dari seluruh Indonesia . Menurutnya, ada tiga kompetensi yang dinilai oleh para juri dalam memutuskan Best Speaker. Ketiga kompetensi tersebut meliputi Matter, Manner, dan Method.

Dalam hal Matter, para speaker dinilai mengenai isi debatnya, termasuk data dan hasil riset. Kemudian, para juri juga menilai bagaimana para speaker membawakan materi debatnya seperti bahasa tubuh, intonasi, kejelasan dalam mengucapkan bahasa Inggris, serta apakah materi tersebut disampaikan secara menarik atau justru membuat orang yang mendengarnya menjadi mengantuk. “Sedangkan penilaian dari aspek Method, dapat dilihat dari ketepatan waktu para speaker dalam membawakan materi debat. “Speaker yang meraih nilai tertinggi dalam ketiga aspek itulah yang kemudian menjadi Best Speaker,” jelas Rangga di Kampus Terpadu UMY, Senin (14/9).

Rangga mengakui banyak manfaat yang ia peroleh dalam ajang ini. Latihan mental merupakan salah satunya. “Kompetisi debat sangat melatih mental, terutama dalam hal public speaking. Dengan ini, seseorang dituntut untuk berani mengemukakan pendapat di depan orang lain dan dalam rentang waktu yang telah ditentukan pula, disamping struktur bahasa yang juga diperhatikan,” ujarnya. Selain itu, relasi pun semakin bertambah, terlebih apabila dirinya diminta menjadi pelatih tim debat atau menjadi pembicara dalam workshop debat bagi relasinya tersebut.

Disinggung mengenai proses hingga meraih gelar Best of the Best Speaker, Rangga mengungkapkan proses latihan merupakan proses yang cukup berat untuk dijalani. “Proses latihan harus dilakukan secara intensif sebelum kompetisi, sehingga saya dan juga tim harus latihan tiap hari di tengah jadwal pribadi yang relatif padat. Belum lagi kami harus mencari bahan materi untuk setiap topik yang diajukan panitia,” ungkap Rangga. Namun, dukungan dari berbagai pihak pun menjadikan proses tersebut menjadi lebih menyenangkan baginya.

Sebelumnya, Rangga meraih gelar best speaker dalam beberapa kompetisi seperti 3rd Best Speaker of EFL Category dalam 4th Asian University Debating Championship (AUDC) di International Islamic University Malaysia, Kuala Lumpur, 8th Best Speaker dalam Indonesian Varsity English Debate Championship (IVED), Universitas Soedirman, Purwokerto, Best of the Best Speaker dalam Inter Faculties English Debate Competition di UMY.

0 komentar

Make A Comment
top